Tauhid Rububiyyah dan Uluhiyyah

Salam Rabitah Islamiyyah..Petikan ini diambil Sebagai Gambaran untuk Perbincangan Usrah K.Marudu khas pada adik-adik,Ustaz dan cikgu yang akan ke usrah...Ini satu sinopsis dan Mohon anggota Usrah cari lagi bagi membentuk budaya ilmu dalam halaqah usrah.

TAUHID RUBUBIYYAH

Hampir tak ada yang menyangkal, termasuk musyrikin Quraisy dahulu, bahwa Allah subhanahu wa ta’ala sebagai Pencipta, Penguasa alam semesta, dan Pengatur Rizki atas segenap makhluk-Nya, Namun mengapa mereka tetap diperangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Cukupkah berhenti pada pengakuan atau pengenalan semata?

Tak bisa disangkal bahwa alam semesta ini pasti ada yang menciptakan, memiliki, dan mengaturnya. Ini merupakan perkara aksioma yang ditegaskan oleh fitrah, logika, panca indera, dan syariat. Orang yang mengingkarinya termasuk manusia yang paling sesat.

Tak mungkin alam yang sedemikian mengagumkan ini tercipta secara tiba-tiba atau menciptakan dirinya sendiri. Tentu semuanya karena rancangan kehendak Sang Pencipta yaitu Allah Yang Maha Kuasa atas segalanya. Langit, bumi, lautan, daratan, matahari, bulan, bintang, dan segenap makhluk besar lainnya menunjukkan Kemahabesaran Dzat yang telah menciptakan, memiliki, dan mengaturnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ . أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ . تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya Rabb kalian adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, lalu Dia Maha Tinggi di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, serta (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang, (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Rabb semesta alam.”

(Al-A’raf: 54)

Termasuk perkara yang sangat prinsip dalam mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah mengakui keberadaan-Nya sebagai pencipta, pemilik, dan pengatur Alam semesta. Inilah yang disebut dengan Tauhid Rububiyyah. Penegasan tauhid ini telah dimaklumatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur`an pada enam tempat dengan pernyataan yang sama yaitu:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِي

“Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.”

Adapun keenam tempat itu sebagai berikut:

1. Surat Al-Fatihah: 2
2. Surat Al-An’am: 45
3. Surat Yunus: 10
4. Surat Ash-Shaffat: 182
5. Surat Az-Zumar: 75
6. Surat Ghafir: 65

Mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam perkara Rububiyyah berarti mengimani keberadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta mengesakan-Nya dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengaturan. Keempat perkara ini merupakan kandungan dari Tauhid Rububiyyah.

Meyakini Keberadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala

Mengenai keberadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, bisa dipastikan dengan empat argumen yang tak terbantahkan yakni fitrah, logika, panca indera, dan syariat. Di sini kita mengakhirkan argumen secara syariat bukan karena tidak layak untuk dikedepankan, bahkan demikianlah yang seharusnya. Tetapi hal ini dimaksudkan untuk membantah orang-orang yang tidak beriman dengan syariat sama sekali. Allahul Musta’an.

1. Argumen Secara Fitrah

Bahwa setiap makhluk telah diberi fitrah untuk beriman dengan keberadaan penciptanya tanpa harus berpikir dan diajari terlebih dahulu. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengisyaratkan tentang hal ini di dalam Al-Qur`an melalui firman-Nya:

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ . قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ

“Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ‘Bukankah Aku ini Rabb kalian?’ Mereka menjawab: ‘Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi.’ (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kalian tidak mengatakan: ‘Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Allah)’.”

(Al-A’raf: 172)

Ayat di atas dengan gamblang menerangkan bahwa setiap manusia secara fitrah mengimani keberadaan dan Rububiyyah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tak ada yang berpaling dari tuntutan fitrah ini melainkan karena penyimpangan yang muncul di dalam jiwanya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah seorang anak dilahirkan melainkan di atas fitrah, kedua orangtuanyalah yang mengubahnya menjadi seorang Yahudi, Nashrani, atau Majusi.”

(HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

2. Argumen Secara Logika

Bahwa seluruh makhluk yang berada di jagad raya ini pasti ada yang menciptakan. Tidak mungkin mereka menciptakan diri mereka sendiri. Karena sesuatu yang awalnya tidak ada tidak mungkin menciptakan dirinya sendiri. Demikian pula, mereka tidak mungkin tercipta secara tiba-tiba (ada dengan sendirinya) karena sesuatu yang baru tercipta pasti ada penciptanya.

Bagaimana mungkin alam yang sedemikian teratur rapi dengan segala rangkaian yang sangat sesuai dan keterkaitan yang sangat erat antara sebab dengan akibat dan antara sebagian wujud dengan yang lainnya, akan dinyatakan tercipta secara tiba-tiba? Sesuatu yang muncul secara tiba-tiba yang pada asalnya tercipta tanpa suatu keteraturan tidak mungkin dalam eksistensi dan perkembangannya akan terjadi keteraturan yang sedemikian rapi.

Oleh sebab itu, Allah Yang Maha Agung mengungkap argumen yang logis ini di dalam Al-Qur`an untuk menggugah hati kaum musyrikin yang masih tertutup dari keimanan

Sumber:http://abuzuhriy.com

TAUHID ULUHIYYAH

TAUHID ULUHIYYAH.

Makna tauhid Al-Uluhiyyah pula ialah MENGesaKAN ALLAH TAALA PADA SETIAP IBADAT DAN KHUDU’(TUNDUK)DAN TAAT SECARA MUTLAK KEPADA ALLAH,DAN TIDAKLAH MENYEMBAH SELAIN ALLAH YANG MAHA ESA,DAN JUGA TIDAKLAH MENYEKUTUKAN ALLAH DENGAN SESUATU APA PUN JUA YANG WUJUD DIBUMI DAN DILANGIT,dan tidaklah dapat direalisasikan tauhid itu secara hakiki jika tidak menggabungkan Tauhid Rububiyyah dengan Tauhid Uluhiyyah bersama,tidaklah mencukupi jika hanya beriktiqad dengan salah satu tauhid sahaja,maka kaum arab Musyrikin juga mengakui pada tauhid ini,tetapi dalam masa yang sama mereka tidaklah memeluk agama islam kerana mereka telah menyekutukan Allah dengan sesuatu yang tidak mempunyai apa-apa keupayaan walau kekuasaan,lalu mereka mengimani pada makhluk lain sebagai tuhan,dengan sangkaan bahawa mereka dapat mendekatkan diri mereka pada Allah Yang Maha Tinggi,ataupun dapat memberikan manfaat kepada mereka disisi Allah Taala.

Penganut agama Nasrani pula(Kristian)mereka mengingkari bahawa sesungguhnya Allah itu tuhan sekalian langit dan bumi,mereka telah menyekutukan Allah dengan Al-Masih Nabi Isa alaihis salam,mereka telah menjadikan dia sebagai tuhan selain Allah,dan di dalam Al-Quran pula telah menganggap mereka ini semua sebagai Kafir,diharamkan pada mereka syurga Allah dan masuklah mereka semua ke Neraka selama-lamanya.Dan sesungguhnya,sejak zaman berzaman lagi,manusia telah sesat pada bahagian tauhid ini,mereka telah menyembah selain Allah dengan tuhan yang pelbagai jenis,contohnya,tuhan Kaum Nabi Nuh alaihissalam: Waddan,Suwa’,Yaghuts,Ya’uq dan Nasra,tuhan Kaum Nabi Ibrahim: Berhala,dan tuhan kaum Mesir Purba pula,Al-’Ajl,manakala tuhan bagi penganut Hindu iaitu lembu,dan tuhan Kaum Sabak iaitu matahari,dan tuham Kaum As-Sobieun iaitu bintang-bintang,dan tuhan Kaum Majusi iaitu api,dan tuhan Kaum Arab Jahiliyyah iaitu berhala dan batu,dan tuhan penganut Kristian pula iaitu Al-Masih Isa alaihissalam serta ibunya Maryam,dan mereka juga menyembah paderi iaitu selain daripada Allah Taala,kesemuanya mereka ini ialah Musyrikun,kerana mereka tidaklah mengEsakan Allah Taala dalam beribadat,iaitu yang semestinya tidaklah boleh kita menyembah selaiNya.Apakah pula maknanya ibadat itu??iaitu yang menjadi hak Allah Taala yang maha esa??

Sumber: http://alhammasiyy.wordpress.com




Menunggu Dijemput untuk solat Jenazah.
Seawal jam 5.28 am td 30 Jan 2011 saya menerima panggilan dari al-Akh Cikgu Jafri memaklumkan pemergiaan Ibu kepada mertuanya..Sekali gus Ibu kepada kerani tempat saya bertugas..pertama sekali al-Fatihah untuk Allahu yarhamaha...

Jam 11 selepas menjemput Imam di pekan Lama saya bergegas ke Masjid Pekan Untuk berhimpun di sana sebelum pergi ziarah Ke Tanjung Batu..Kelihatan kelibat beberapa orang rakan sedang siap menunggu untuk menziarahi Arwah dan Solat Jenazah.Us Lah,Us Sahrir, Us Bad, Us Shah, Us Nik, Us Rahim, Us Saminul, Imam R.Mas,Us Bahrun, Us Kasfullah dll serta saya siap untuk bertolak secara jamaei..

Alhamdulillah setiba di sana kami dijemput kerumah Ala Floating Resort(Saudara Cikgu) Sebelum menunaikan Solat Jenazah..Saya dijemput Imam Solat Jenazah kemudian kami beredar ke rumah sebelah menunggu tanah lahad siap digali.. Oleh Kerana Hujan tidak henti-henti.. tambahan saya membawa penumpang dan anak..seketika Kami bersolat Zohor diImamkan oleh Ustaz Saminul, saya terus menguzurkan diri untuk pulang selepas kami dihidang juadah tengahari..Takziah Kepada Keluarga Pn Ahadiah dan Cikgu Jafri..Setiap yang hidup PASTI AKAN KEMBALI..Dan sebaik-baik peringatan berantara suara itulah Al-Quran dan sebaik-baik peringatan berantara diam Itulah kematian...Al-Fatihah buat Arwah...(Gambar tidak dapat disiarkan kerana penulis kebetualan tidak bawa kamera@HP)

*Info: Cikgu Jafri antara orang yang aktif dalam aktiviti sosial:amal ijtima'i dan aktiv dalam perawatan Islam.

PENDERITAAN KANSER USUS:SUMBANGAN DIALU-ALUKAN...





Assalamualaikum wrt..dan salam Rabitah Islamiyyah.. Bersua kita kembali di lapangan maya ini..semoga usaha membangunkan lapangan ini mendapat manfaat kepada pelayar-pelayar blog yang budiman sekali gus dikira sebagai jariah sekembali kita ke alam baqa'.

Pagi tadi saya terima satu pangilan telefon semasa dalam perjalanan kesekolah..baru saya teringat permintaan al-akh kita berasal dari kelantan supaya dapat membantu bapa tiri isterinya yang dalam kesempitan. Seketika di kampung semasa cuti, kami sempat bersua dan beliau ada menyatakan kesulitan dan kesempitan pak mertua beliau yang sedang menanggung derita mengidap kanser usus sejak tahun lalu. Saya dimaklumkan mertua beliau kini berada di Dasar lama, Lurmalog Kunak Sabah dan baru saja selepas menjalankan rawatan radioterapi atau menggunakan sinaran X berkuasa tinggi di KL.

Apa yang menyedihkan, selain tidak ada bantuan..kos rawatan dan ulang alik terpaksa ditanggung sepenuhnya oleh beliau yang tidak mempunya pekerjaan tetap. Pemberian pihak menantu pesakit tidak mampu menanggung kos rawatan serta kos tiket ulang alik semenanjung-sabah dek kerana tidak dapat pembiayaan kerajaan dalam menjalani rawatan ekoran dari tiada kad pengenalan biru.

Justeru saya rasa terpanggil untuk menulis sedikit sinopsis dan lakaran ringkas penderitaan pesakit selepas mendengar beberapa kesulitan ketika menjalani rawatan di KL dan saya dimaklumkan beliau akan menjalani rawatan susulan dijangka 20 April ini. Saya juga difahamkan kos pendahuluan yang telah dihabis sudah RM5000 .

Oleh kerana pesakit berada dikawasan kunak/tawau serta belaiu juga dikira saudara baru atau muallaf, maka saya telah mencadangkan kepada al-Akh kita berjumpa dengan beberapa individu penting di Tawau yang saya kira dapat membantu. Saya juga ada sms Pihak Yayasan Amal Negeri Ustaz Redwan menceritakan perkara ini dan bertanya kalau-kalau ada wakil yayasan amal berdekatan kunak dapat membantu. Dengan kebenaran menantu pesakit saya membuat inisiatif sendiri untuk publish kebuntuan keluarga pesakit dalam blog ini khas untuk mendapat perhatian sahabat-sahabat yang bermurah hati tidak kira di sabah atau semenanjung untuk membantu pesakit ini meneruskan rawatan. Sebelum ini saya jarang siarkan penderitaan individu-individu atau masyarakat didaerah saya tinggal..sebab biasanya geng usrah kami dan YAM caw K.Marudu akan kroyok membantu setakat mampu. Oleh kerana di luar daerah, maka saya memohon jasa baik terutamanya sahabat-sahabat usrah yang berdekatan kunak/tawau untuk menziarahi pesakit ini dan mengadakan derma kilat untuk pesakit atau memanjangkan pada sahabat-sahabat lain.

Saya sempat mengambil beberapa maklumat penting mengenai pesakit:Nama: Salvador Sitay@Mohd Nasir Abdullah, No Akaun Maybank 1101 1605 2205(Atas Nama Isteri Pesakit, Putli Malysia Bt Salleh), Kediaman di Dasar Lama Lurmalog KUNAK. Derma dan sumbangan anda amat dalu-alukan.

Sekadar ini yang mampu saya siarkan..Sebarang pertanyaan boleh berhubung dengan menantu pesakit: Md Izwari Ahmad(013-6079775). kepada sahabat-sahabat yang ingin menyiarkan penderitaan Saudara seIslam kita khususnya daerah K.Marudu boleh bg No Hp dalam ruangan Bincang Blog ini. Nanti saya atau ahli usrah kami akan hubungi balik untuk dapat maklumat terperinci. Sekian terima kasih.

PENAT SATU TARBIAH...


Sketsa Ringkas ini ditulis sekadar berkongsi rutin harian dengan dengan rakan pembaca yang mungkin ada persamaan.Dicatat pada 26 Jan 2011 4.40 ptg:
SETELAH LETIH DAN PENAT BEKERJA..AMBIL ISTERI KERJA DAN ANAK PASTI..HANTAR AMAH..DAN URUSAN PEJABAT..SESEKALI BEREHAT SEPUTAR LAGU MAHER ZIN DAN SEPUTAR NASYID DIMAINKAN MENANTI PROGRAM BERJADUAL DAN TIDAK BERJADUAL DIMALAM HARI..SAMBIL BEREHAT DAN KADANG-KADANG TERPAKSA MELAYAN TELATAH PUTERA-PUTERA..SUDAH TENTU ISTERI JUGA SAMA PENAT..DENGAN MEMBAWA KE SANA KE SINI BAKAL CAHAYA MATA..SEPUTAR LAGU IBU MITHALI ARWAH USTAZ ASRI IBRAHIM SEMPAT DISANTAP SEBAGAI HALWA PETANG-PETANG MENUNGGU MAGRIB ,SAMBIL MEMERHATI GELAGAK ANAK-ANAK..
MELIHAT ORANG RUMAH PENAT, TERUS SEKEJAP KEDAPUR PENING-PENING MEMIKIR RESEPI MASAK PENGAT..EMM ISTILAH BBIJAK MASAK PENGAT..1ST TIME. ALHAMDULILLAH NAMPAKNYA ANAK ISTERI DUA KALI TAMBAH..BOLEH TAHAN JUGA MASAK PENGAT NI..TEST MARKET:AL-HAMDULILLAH. TERUBAT PENAT DAN LETIH SEJURUS MENYANTAP BUBUR DAN PENGAT PISANG SAMBIL MENDENGAR LAGU KEGEMARAN MASA ZAMAN CILIK DULU BERSAMA KELUARGA..TERINGAT PULA JASA DUA ORANG TUA KAT KAMPUNG..BILA TAHU MACAMANA PENAT JADI IBU DAN BAPA..MOGA ANAK-ANAK UMI ABI MENJADI PUTERA-PUTERA SOLEH RIJALUN SODAQU MA 'ADULLAHA ALAIH INSYA ALLAH...

Rahsia berwuduk dr sudut kesihatan manusia.

Posted on Januari 26, 2011 by Sub Fwd Nuradilah Nawi-Pensyarah Fisio UNISEL


Syarat mendirikan solat ialah mengambil wuduk .Tentu tidak sah jika kita mengerjakan solat lima waktu tetapi meninggalkan wuduk.



Pernahkah kita terfikir dengan perintah Allah SWT dengan perbuatan yang nampak remeh ini. Kenapa tidak?? Kenapa tangan bersama dengan air menyentuh anggota-anggota tubuh. Kenapa wajah yang dibasuh? Kenapa mesti telinga?



Banyak rahsia berwuduk yang hanya Allah Maha Mengetahui namun antara rahsia wuduk yang dapat diungkapkan ialah:



Setiap perintah Allah SWT tentu memiliki hikmah kebaikan disebaliknya. Lima pancaindera kenapa semua tanpa terkecuali disapu oleh air wuduk. Mata, hidung, telinga & seluruh kulit tubuh. Ini betul-betul luar biasa.



Pakar Urat Saraf / neurologist pun telah membuktikan dengan air wuduk yang menyejukkan hujung-hujung urat saraf jari-jari tangan dan jari-jari kaki berguna untuk menenangkan fikiran.



Anda tentu pernah mendengar akupuntur kan? Cuba cari dan ketahui dimana terletaknya titik-titik sensitif yang sering digunakan dalam ilmu akupuntur?kemudian hayati rukun wuduk. InsyaAllah kita akan menemui persamaan antara keduanya.



Anggota badan yang terkena semasa berwuduk terdapat ratusan titik akupuntur yang merupakan titik penerima ransangan terhadap sentuhan berupa basuhan, gosokan, usapan, dan tekanan/urutan ketika melakukan wuduk. Sentuhan tersebut akan dihantarkan ibarat signal ke sel, jaringan, organ dan sistem organ yang bersifat terapi. Ini terjadi kerana adanya sistem komunikasi iaitu antara sistem saraf dan hormon untuk mewujudkan homeostasis (keseimbangan). Titik-titik akupuntur merupakan suatu fenomena yang menarik bila berkaitan dengan syariat wuduk yang disyariatkan 15 abad yang lalu.



Jumlah Titik Akupuntur Pada Anggota Wuduk(rukun dan sunat)



Muka 84

Tangan 95

Kepala 64

Telinga 125

Kaki 125

Jumlah keseluruhan = 493



Ternyata terdapat 493 titik penerima ransangan pada anggota wuduk!



Subhanallah!! Bayangkan jika kita melakukan itu setiap hari paling sedikit 5 kali sehari…



Kita tidak harus memandang ringan semasa menjalani wuduk. Mengapa? Cuba ingat semasa kita membasuh tapak kaki & tangan…apakah celah-celah jari sering kita abaikan? Ternyata ada fakta menarik yang ingin saya kongsikan:



Dari ilmu ahli akupuntur, pada celah-celah jari terdapat 16 titik akupunktur yang mana titik-titik tersebut apabila dirangsang secara istmewa ianya dapat mengubati migrain, sakit gigi, tangan-lengan merah, bengkak, dan jari kaku.



Berkenaan telinga pula, walaupun ia adalah amalan sunat, ia mengandungi 30 titik ransangan! Maka, semasa menyapu telinga itu jangan cuma membasuh saja, tapi harus dengan urutan lembut juga. Selepas ini sebaiknya kita tidak meninggalkan amalan sunat semasa berwuduk kerana setiapnya mempunyai titik penerima ransangan.



Terdapat 125 titik akupuntur pada telinga apabila disentuh semasa mengambil wuduk.



Subhanallah…sungguh luar biasa rahsia wuduk…

BERSALAM DENGAN AJNABI..APA HUKUMNYA?


Isu Bersalaman antara lelaki dan perempuan sebenarnya sudah lama dibangkitkan. Malah ketika saya terlibat dengan beberapa program di pedalam Kudat,Kota Marudu Pitas serta program muhasabah/Hari berdoa sekolah pada tahun -tahun lepas pernah beberapa kali ada pengalaman ini terutamanya ketika menyampaikan sumbangan atau hadiah serta bersalaman selepas penutupan majlis. Walaupun hukum asal adalah haram, namun tegahannya bukan secara mutak kepada mana-mana wanita bukan mahram, Kerana disana ada perbahasan ulama mengenai wanita yang terlalu tua, lelaki yang tiada berkeinginan syahwat,khunsa dan kanak yang tidak sempat untuk ditulis di ruang masa ini.

Saya pernah menyemak pandangan Syekh Yusuf al-Qardhawi dalam siri fatwa semasa beliau..walaupun ada beberapa keterbukaan dalam bersalam dengan wanita yang diharuskan dalam fatwa Syekh ,namun jangan menjadikan hujjah itu untuk kita mengharuskan atau membudayakan berjabat tangan dengan berlainan jantina dalam masyarakat kita. Apa yang saya faham dari fatwa tersebut, keharusan itu bukan wujud di semua tempat dan masa..ianya di peringkat untuk mengelakakn mudharat yang lebih besar sebagai contoh di majlis keramaian atau penyampaian hadiah/konvokesyen.. sekiranya penyampai menghulurkan tangan dikhalayak umum berkali-kali dan tiada kekhuatiran membangkitkan nafsu shahwat maka belia mengharuskan bersalam untuk mengelak fitnah perbalahan dan menjatuhkan maruah orang yang menghulurkan tangan. Namun dalam bab ini kita kena faham betul-betul..hukum asal bersentuhan antara lelaki wanita ajnabi terutama yang masih muda(yang tua bertongkat itu ada hukum lain pula) adalah haram.Keharusan yang diberi dalam fatwa itu sebenarnya lebih kepada maslahah. Namun kita masih ada beberapa cara lain untuk mengelak bersalaman dengan wanita antaranya, letak tangan kita di belakang atau dalam tudung(muslimat) sambil mengangguk dan senyum seraya ucaplah "terima kasih/ucapan selamat", ada juga pengalaman saya bila dibuat begitu masih lagi menghulurkan tangan(kalu wanita terlalu tua tiada masalah tp yang muda), maka kita jelaskan maaf saya memang tidak bersalaman dengan wanita/lelaki sambil senyum. Tapi kalu tidak dapat elak juga (contohnya kita sebagai pemimpin)kerana bukannya orang yang menghulurkan tangan caranya sama maka boleh alaskan tangan dengan sarung yang gak tebal atau sebagainya. Itu Tips yang saya cadang kan sebelum sepenuhnya kita mengikut fatwa mengharuskan salam kerana ia mempunyai kesan kerohanian yang mendalam dalam batin kita. Sekali menyentuh wanita/lelaki dengan syahwat(kerana kadang-kadang ianya bukan boleh dikontrol),maka kita takut berlaku kerosakan susulan selepas dari itu. Sama-samalah kita berdoa agar kita menjadi orang yang paling jujur dengan Allah dan Rasul bukannya memesongkan fatwa/hujah ulama-ulama dengan kefahaman yang berlainan menurut hawa nafsu sendiri. Bersifat dengan identiti Islam sebegini akan menjadikan agama kita mempunya kewibawaan tersendiri dan dihormati.Untuk kefahaman lebih lanjut Pembaca boleh meneliti Kenyaataan Ustaz Aldi di bawah.

OLEH USTAZ ALDI MUSTAFFAR
Hukum Bersalam Lelaki Dengan Wanita Ajnabiyah Yang bukan Mahram

Ramai dikalangan pengaku ustaz apabila terbersalam dengan wanita di hadapan khalayak ramai, kemudian ditanya bukankah bersalam dengan mereka itu haram? cepat-cepat dia akan menjawab..”alaa boleh dalam mazhab lain” atau “ada ulama kata boleh” atau “untuk tidak mengaibkan dan tidak memalukan perempuan itu maka boleh bersalaman” dan sebagainya dari puluhan alasan lagi yg hakikatnya tidak bertepatan dengan sunnah Rasulullah langsung. Amat malang mereka itu sering pula melaungkan Sunnah! Ittiba’us Sunnah dan pelbagai lagi men-declare diri sebagai pengikut Sunnah Nabi. Sedangkan Nabi tidak pernah bersalaman dengan wanita ajnabiyah bukan muhrim bahkan dalil sunnah menunjukkan ia haram.

APA DALIL BERSALAMAN LELAKI-WANITA ITU HARAM?

Kita dalam membicarakan hukum bersalam ini antara lelaki yang sudah dewasa dengan wanita bukan muhrim yang sudah dewasa bukan dan tidak membicara hukum bersalaman dengan wanita tua sesangat atau budak perempuan yang masih kecil. Perlu diberi perhatian.

Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Saidatuna Aisyah mengenai bai’ah yang dilakukan oleh Rasulullah terhadap beberapa orang perempuan, Aisyah berkata: ” Demi Allah, tangan baginda tidak menyentuh seorang perempuan pun dalam pembai’atan itu. Baginda hanya membai’ah mereka dengan perkataannya: “Benar-benar telah aku bai’ah kamu atas hal itu.” (Riwayat Bukhari)

Hadith di atas amat jelas menunjukkan bahawa Rasulullah tidak bersalaman dengan wanita bukan muhrim walaupun mereka menghulurkan tangan untuk bersalaman dengan Rasulullah, rasulullah tidak menyambut mereka dengan bersalaman tetapi Rasulullah bersalam pula dengan lelaki iaitu para sahabat lelaki yang membai’ah baginda dengan cara bersalaman.

Dari ini membuktikan sunnah Rasulullah sekiranya berlaku pada kita wanita yang bukan muhrim menghulur tangan untuk bersalaman dengan kita atau lelaki bukan muhrim menghulur tangan kepada wanita itu bersalaman maka sunnah dan terbaiknya adalah kita TIDAK menyambut dengan bersalaman tetapi dengan memberi isyarat lain atau mengucapkan salam atau selamat kepadanya sahaja tanpa bersalam.

Al-Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani di dalam kitabnya Fathul Bari berkata: “Maksud ucapan Rasulullah: “Benar-benar telah bai’ah kamu dengan ucapan.” Adalah ucapan tanpa berjabat tangan sepertimana yang biasa terjadi, di mana lelaki berjabat tangan sewaktu bai’ah dijalankan.

Dari Abdullah bin Amr bin al-Asr. berkata: “Rasulullah tidak pernah berjabat tangan tangan dengan perempuan dalam pembai’atan.” (Riwayat Imam Ahmad)

Dalil kedua,Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan perempuan. Ucapanku kepada seorang perempuan seperti kataku pada seratus perempuan.”(HR Ibnu Hibban, Malik & Nasa’i)

Dari Ma’qil bin Yasaar katanya, “Rasulullah telah bersabda: “Sesungguhnya jika dicerca kepala salah seorang dari kamu dengan alat dari besi adalah masih lebih baik baginya daripada menyentuh perempuan yang tidak halal baginya (bukan mahramnya).” (HR At-Thabrani & al-Baihaqi, sahih).

Dari Abu Hurairah, katanya Rasulullah bersabda: “Sudah ditakdirkan bagi anak cucu Adam bagian dari zina yang pasti akan menimpanya. Kedua mata, zinanya ialah memandang; zina dua telinga ialah mendengar; zina lisan ialah ucapan; zina tangan ialah menyentuh; zina kaki ialah melangkah; zina hati ialah menginginkan sesuatu, berangan-angan dan farajnya membenarkan atau mendustakannya.”

Rasulullah juga bersabda: “Tidak pernah aku menyentuh tangan perempuan (ajnabi/bukan mahram)” (HR At-Thabrani, dari Uqailah binti Ubaid).Dalil-dalil di atas amat menunjukkan pengharaman bersalam lelaki dengan wanita yang bukan muhrim.

Baca selanjutnya di : http://pendidikanislamsmks.blogspot.com/2010/07/hukum-bersalam-dengan-perempuan-bukan.html

Mencari Tenang Yang Abadi..


BERBAGAI cara dan bentuk usaha manusia dalam mencari ketenangan jiwa. Ada antara mereka yang mencari ketenangan jiwa itu dengan melancong, makan angin, bersukan, merekaseni melukis dan sebagainya.

Ada pula sebilangan orang mendapat kelapangan hati dan terhibur dengan cara bergaul dengan manusia, berinteraksi sesama mereka serta melihat keindahan alam. Ada juga yang mencari ketenangan jiwa itu dengan beribadat seperti membaca Al-Qur‘an, berzikir, bersembahyang dan sebagainya.

Tanpa ketenangan jiwa manusia akan menghadapi banyak risiko bahkan ia akan mendatangkan penyakit jiwa seperti rungsing, resah gelisah dan yang lebih parah lagi kemungkinan besar boleh menyebabkan seseorang itu tidak dapat membuat pertimbangan.

Dalam mencari ketenangan jiwa seseorang itu hendaklah berpandukan syarak supaya ia jangan terbabas. Ketenangan jika dengan melalui permainan, bersuka ria, dengan lagu-lagu, muzik, tari menari, berpesta karaoke atau seumpamanya hanyalah bersifat sementara, bahkan akibatnya akan bertambah-tambah parah. Hanya masa sahaja yang akan menentukannya.

Sudah menjadi fitrah manusia suka berhibur dengan kesenangan dunia seperti bersenang-senang dengan kemewahan, harta benda, anak pinak, bermain, makan minum, pakai dan sebagainya. Bahkan kehidupan dunia juga merupakan pentas permainan dan hiburan bagi manusia. Firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala yang tafsirnya :

“Dan tidak (dinamakan) kehidupan dunia melainkan permainan yang sia-sia dan hiburan yang melalaikan”.

(Surah Al-An‘am: 32)

FirmanNya lagi yang tafsirnya :

“Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaanNya dan rahmatNya, bahawa Dia menciptakan untuk kamu (wahai kaum lelaki) isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya, dan dijadikanNya di antara kamu (suami isteri) perasaan kasih sayang dan belas kasihan”.

(Surah Al-Ruum: 21)

Dengan adanya ketenangan jiwa akan memudahkan seseorang itu mengingati Allah dan melakukan ibadat kepadaNya kerana tujuan asal manusia itu diciptakan ialah untuk sentiasa menyembah Allah Subahanahu wa Ta‘ala. Hal ini ditegaskan oleh Allah Subahanahu wa Ta‘ala dalam Al-Qur‘an yang tafsirnya :

“Dan (ingatlah) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk mereka menyembah dan beribadat kepadaKu”

(Surah Al-Zariat: 56)

Sebagai orang Islam kita hendaklah memahami jalan-jalan yang mesti diikuti dalam mencari hiburan. Al-Qur‘an ada megingatkan kita bahawa orang yang mengutamakan perkara-perkara yang sia-sia dan hiburan yang melalaikan, yang menyesatkan dirinya dan menyesatkan orang lain akan mendapat azab yang menghinakan, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala yang tafsirnya :

“Dan ada di antara manusia: orang yang memilih serta membelanjakan hartanya kepada cerita-cerita dan perkara-perkara hiburan yang melalaikan; yang berakibat menyesatkan (dirinya dan orang ramai) dari agama Allah dengan tidak berdasarkan sebarang pengetahuan; dan ada pula orang yang menjadikan agama Allah itu sebagai ejek-ejekan; merekalah orang-orang yang akan beroleh azab yang menghinakan”.

(Surah Luqman: 6)

Sifat suka kepada hiburan atau permainan yang melalaikan itu adalah antara paradigma orang bukan Islam. Ini digambarkan oleh firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala yang tafsirnya :

“(Orang-orang kafir itu ialah) orang-orang yang menjadikan perkara-perkara ugama mereka sebagai hiburan yang melalaikan dan permainan, dan orang-orang yang telah terpedaya dengan kehidupan dunia (segala kemewahannya dan kelazatannya)”.

(Surah Al-A‘raf: 51)

Orang bukan Islam itu lebih menyukai hiburan dunia yang bertapak semata-mata pada nafsu kerana dunia adalah matlamat hidup mereka seperti juga yang digambarkan oleh Al-Qur‘an yang tafsirnya :

“Dan tentulah mereka akan berkata pula: “Tiadalah hidup yang lain selain dari hidup kita di dunia ini, dan tiadalah kita akan dibangkitkan semula sesudah kita mati”.”

(Surah Al-An‘am: 29)

Sifat hiburan yang mereka sukai itu bukan sahaja melalaikan dan mempesonakan, bahkan lebih banyak membawa kepada perkara-perkara maksiat dan mungkar yang terang-terang menentang kehendak hukum syarak. Apa yang lebih menyedihkan hiburan sedemikian turut menjadi ikutan dan sajian orang-orang Islam yang sepatutnya menolak segala unsur-unsur mungkar dan maksiat itu. Mereka turut terkeliru dengan pujuk rayu orang-orang yang bukan Islam yang mempamerkan hiburan-hiburan palsu sebagai jalan untuk menenangkan jiwa. Namun ketenangan itu cuma seketika, selepas itu kesusahan akan datang kerana ia bertunjangkan fantasi, angan-angan dan khayalan semata.

Inilah persepsi yang difahami oleh sebahagian masyarakat sekarang. Sedangkan maksud hiburan itu sendiri lebih luas .

HIBURAN YANG DIANJURKAN ISLAM

Hiburan sejati ialah hiburan yang bertapak di hati. Ia boleh membawa hati yang tenang. Syarat bagi ketenangan hati itu ialah dengan mengisi keperluan asasinya iaitu iman. Firman Allah Subhanahu wa ta‘ala dalam Al-Qur‘an yang tafsirnya :

“Orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan zikir kepada Allah. Ketahuilah! Dengan zikir kepada Allah itu, tenang tenteramlah hati manusia”.

(Surah Al-Ra‘ad: 28)

Oleh itu orang yang beriman akan mendapat hiburan dengan cara berhubung dengan Allah dengan melaksanakan perintah, kewajipan, melakukan perkara-perkara yang disunatkan seperti zikir, puasa, sedekah dan lain-lain seumpamanya, berinteraksi dengan alam ciptaan Allah, dan menerima segala ketentuan daripada Allah Subhanahu wa Ta‘ala.

Apabila melaksanakan perintah Allah, mereka terhibur kerana merasakan perintah itu datang daripada kekasihnya. Kalau yang menyuruh itu kekasih, tidak ada yang disusahkan bahkan kegembiraan yang akhirnya membawa ketenangan. Mereka rasa seronok dan terhibur dengan ibadah tersebut.

Orang mukmin juga rasa terhibur dengan warna kehidupan yang dicorakkan oleh Allah. Hatinya sentiasa bersangka baik dengan Allah, membuatkannya tidak pernah resah. Apabila diberi nikmat mereka rasa terhibur, lalu bersyukur. Diberi kesusahan, mereka terhibur, lalu bersabar. Mereka yakin dengan firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala yang tafsirnya :

“(Katakanlah wahai orang-orang yang beriman: “Ugama Islam yang kami telah sebati dengannya ialah): Celupan Allah (yang mencorakkan seluruh kehidupan kami dengan corak Islam); dan siapakah yang lebih baik celupannya selain daripada Allah? (Kami tetap percayakan Allah) dan kepadaNyalah kami beribadat”.

(Surah Al-Baqarah: 138)

Orang yang beriman juga akan terhibur apabila melihat alam ciptaan Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Mereka merasa tenang, bahagia dan gembira melihat pantai, bukit bukau, langit, laut dan sebagainya. Melihat, mendengar dan berfikir tentang keindahan itu sudah cukup bagi mereka merasai keindahan alam dan kebesaran penciptaNya. Sifat sedemikian merupakan sifat orang-orang yang bertaqwa iaitu orang yang berusaha memelihara dirinya daripada menyalahi hukum dan undang-undang Allah Ta‘ala. Firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala tafsirnya :

“Sesungguhnya pertukaran malam dan siang silih berganti, dan pada segala yang dijadikan oleh Allah di langit dan di bumi, ada tanda-tanda (yang menunjukkan undang-undang dan peraturan Allah) kepada kaum yang mahu bertaqwa”.

(Surah Yunus: 6)

Selain itu mereka ini dapat menghayati maksud sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang maksudnya:

“Sesungguhnya Allah itu indah. Dia suka keindahan”.

(Hadis riwayat Muslim )

Islam tidak menolak hiburan dari luar selama hiburan luar itu boleh menyumbang dan menyuburkan lagi hiburan dalaman hati dengan syarat ia mematuhi syariat. Alunan ayat suci Al-Qur‘an, selawat yang memuji Nabi, lagu yang menyuburkan semangat jihad, puisi atau syair yang menghaluskan rasa kehambaan kepada Tuhan, pasti akan menyuburkan lagi iman mereka. Firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala yang tafsirnya:

“Allah telah menurunkan sebaik-baik perkataan iaitu kitab suci Al-Qur‘an yang bersamaan isi kandungannya antara satu dengan yang lain (tentang benarnya dan indahnya), yang berulang-ulang (keterangannya, dengan berbagai cara); yang (oleh kerana mendengarnya atau membacanya) kulit badan orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka menjadi seram; kemudian kulit badan mereka menjadi lembut serta tenang tenteram hati mereka menerima ajaran dan rahmat Allah”.

(Surah Al-Zumar: 23)

FirmanNya lagi yang tafsirnya :

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu (yang sempurna imannya) ialah mereka yang apabila disebut nama Allah (dan sifat-sifatNya) gementerlah hati mereka; dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, menjadikan mereka bertambah iman, dan kepada Tuhan mereka jualah mereka berserah”.

(Surah Al-Anfaal: 2)

Dan firmanNya lagi yang tafsirnya :

“Iaitu orang-orang yang apabila disebut nama Allah, gerun gementarlah hati mereka, dan orang-orang yang sabar terhadap kesusahan yang menimpa mereka, dan orang-orang yang mendirikan sembahyang, serta orang-orang yang mendermakan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepadanya”.

(Surah Al-Hajj: 35)

Semua ibadat jika dilaksanakan dengan penuh perhatian, pasti akan memberi ketenangan jiwa, lihat sahaja ibadat sembahyang, sekalipun merupakan suatu kewajipan orang Islam, ia juga suatu hiburan yang kekal yang menjadikan hati orang yang beriman dan bertaqwa itu terhibur dengan sembahyang kerana mereka terasa sedang berbisik-bisik, bermesra, mengadu dan merintih dengan kekasih hatinya iaitu Allah Subhanahu wa Ta‘ala.

Hal ini telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bahawa dengan sembahyang, hati orang beriman dan bertaqwa sudah terhibur, Baginda bersabda yang maksudnya :

“Di antara kesenangan dunia yang aku sukai ialah wanita, wangi-wangian dan penenang hatiku adalah sembahyang”.

(Hadis riwayat Al-Nasa‘ei)

Dari apa yang telah dibicarakan di atas, jelas kepada kita bahawa Islam tidak melarang umatnya untuk berhibur asalkan tidak menjejaskan kewajipan dan jauh dari segala perkara maksiat dan mungkar. Hiburan yang dilarang oleh agama Islam itu ialah segala bentuk hiburan yang melalaikan atau merugikan, apa lagi hiburan yang menjejaskan kewajipan seorang Islam. Nyanyian, karaoke, tari menari, lebih-lebih lagi tari menari yang yang bercampur lelaki dan perempuan, konsert-konsert nyanyian sekalipun atas nama “amal” tidak akan menghalang hakikatnya sebagai kegiatan yang bertentangan dengan syarak atau konsert nyanyian yang ada sekarang lebih banyak menjurus kepada tidak diredhai oleh Allah. Tujuan amal adalah kata-kata berselindung, seperti berselindung racun di sebalik makanan yang enak, akhirnya akan membunuh orang yang memakannya. Hal sedemikian telah digambarkan oleh Al-Qur‘an yang tafsirnya:

“Maka (fikirkanlah) adakah orang yang diperelokkan kepadanya amal buruknya (oleh syaitan) lalu dia memandangnya dan mempercayainya baik, (bolehkah disifatkan sebagai orang yang menjalankan peraturan yang ditetapkan Allah untuk memberi hidayah kepadanya, atau sebaliknya?)

Kerana sesungguhnya Allah menyesatkan sesiapa yang dikehendakiNya, dan Ia juga memberi hidayah petunjuk kepada sesiapa yang dikehendakiNya”.

(Surah Faatir: 8.)

Apabila di dalamnya bercampur perkara-perkara mungkar atau maksiat maka sesuatu yang haram itu tidak akan menjadi halal hanya sekadar diselubungi dengan tujuan yang baik atau kerana cita-cita itu murni. Dalam kaedah fiqh juga menjelaskan yang maksudnya:

“Di dalam umat ini akan terjadi peristiwa di telan bumi, berubah rupa bentuk dan dilempar dengan batu, Seorang lelaki daripada kalangan kaum muslimin bertanya: “Wahai Rasulullah, bilakah terjadi peristiwa itu?” Baginda bersabda menjawab: “Apabila telah muncul penyanyi-penyanyi perempuan dan alat-alat muzik yang ditiup dan berbagai jenis minuman arak”.

(Hadis riwayat Al-Tirmizi)

Ibnu Hajar dalam kitabnya Al-Zawajir telah menjelaskan bahawa orang-orang yang duduk bersama-sama orang minum arak, orang fasik dan duduk dengan ahli hiburan yang haram (seperti majlis tari menari walaupun dengan isteri sendiri), sedangkan dia berkuasa untuk menegah perkara-perkara tersebut atau berkuasa meninggalkan majlis itu adalah suatu dosa besar.

Menurut Imam Al-Qurtubi pula, sentiasa mendengar nyanyian juga boleh menyebabkan sifat bodoh dan tertolak persaksiannya (syahadah), dan yang lebih ditakuti lagi ialah menyebabkan nifaq, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang maksudnya: “Nyanyian itu menumbuhkan sifat nifaq (munafiq) dalam hati sebagaimana air menumbuhkan sayuran”.

(Hadis riwayat Al-Baihaqi)

Dari itu ingatlah bahawa kehidupan dunia itu hanyalah sementara dan sebagai jalan untuk menuju kebahagiaan di akhirat. Kita perlu sentiasa waspada dan ingat bahawa Allah Subhanahu wa Ta‘ala menyediakan azab bagi orang-orang yang mengutamakan kehidupan dunia semata-mata tanpa menghiraukan larangan-larangan Allah dan RasulNya bahkan lalai dan leka oleh perkara-perkara mungkar dan maksiat. Ini dijelaskan oleh Allah Subhanahu wa Ta‘ala dalam firmanNya yang tafsirnya:

“Ketahuilah bahawa (yang dikatakan) kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah (bawaan hidup yang berupa semata-mata permainan dan hiburan (yang melalaikan) serta perhiasan, juga (bawaan hidup yang bertujuan) bermegah di antara kamu (dengankelebihan, kekuatan dan bangsa keturunan) serta berlumba-lumba membanyakkan hartabenda dan anak pinak; (semuanya itu terhad waktunya) samalah seperti hujan yang (menumbuhkan tanaman yang menghijau subur) menjadikan penanamnya suka dan tertarik hati kepada kesuburannya, kemudian tanaman itu bergerak segar (ke suatu masa yang tertentu), selepas itu engkau melihatnya berupa kuning; akhirnya ia menjadi hancur berkecai; dan (hendaklah diketahui lagi, bahawa) di akhirat ada azab yang berat (disediakan bagi golongan yang hanya mengutamakan kehidupan dunia), dan (ada pula) keampunan besar serta keredaan dari Allah (disediakan bagi orang-orang yang mengutamakan akhirat). Dan (ingatlah, bahawa) kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang-orang yang terpedaya”.

(Surah Al-Hadid: 20)

Allah Subhanahu wa Ta‘ala juga mengkhabarkan, apabila umat Islam tidak berpandukan syarak dalam menjalankan segala urusan dunia dan akhiratnya, kadang-kadang timbul sangkaan baik mereka terhadap sesuatu amalnya, pada hal adalah sebaliknya. Jika ada suatu amalan itu mengandungi perkara-perkara yang tidak selaras dengan syarak, maka rosak binasalah segala amal usahanya yang mereka sangka baik itu, dan tidak akan mendapat sebarang harga pada hari kiamat kelak, bahkan mereka akan menerima kehinaan dan azab seksa yang seburuk-buruknya. Hal ini telah diceritakan oleh Allah Subhanahu wa Ta‘ala yang tafsirnya:

“Katakanlah (wahai Muhammad): “Mahukah kami khabarkan kepada kamu akan orang-orang yang rugi serugi-rugi amal perbuatannya? Iaitu orang-orang yang telah sia-sia amal usahanya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahawa mereka sentiasa betul dan baik pada apa sahaja yang mereka lakukan. Merekalah orang-orang yang kufur, ingkar akan ayat-ayat Tuhan mereka dan akan pertemuan denganNya; oleh itu gugurlah amal-amal mereka; maka akibatnya kami tidak akan memberi sebarang timbangan untuk menilai amal mereka pada hari kiamat nanti. (Mereka yang bersifat) demikian, balasannya neraka Jahannam, disebabkan mereka pula kufur ingkar, dan mereka pula menjadikan ayat-ayatKu dan Rasul-rasulKu sebagai ejekan”.

(Surah Al-Kahfi: 103-105)

Sumber: Brunei Darussalam Mufti’s Office

PASTI Mumtaz Perlukan Infaq

PASTI Masjid Pantai Damat terletak di Bachok perupok pada awalnya mula beroperasi beberapa tahun yang lalu di Sebelah Masjid Pantai Damat. Oleh kerana ada beberapa masalah dan kesulitan dalam pengurusan, PASTI ini dimaklumkan oleh imam masjid tersebut makin merosot jumlah pelajar dan kurang sambutan termasuk masalah tiada tenaga pengajar.

Ekoran dari inisiatif dari bekas pengerusi saudara nasrun, beliau telah merangka satu tindakan baru dengan memindahkan lokasi dari masjid kesebuah premis yang disewa berdekatan jalan raya dan melantik pengurus yang baru. Saya dimaklumkan sekiranya PASTI yang diberi nama baru PASTI MUMTAZ ini berjaya ada kemungkinan PASTI di cawangan berdekatan akan digabungkan atau dipindah ke PASTI MUMTAZ.

Saya dimaklumkan PASTI ini pada sesi pendaftaran 02 JAN lepas menawarkan buku teks(hadiah wakil rakyat setempat) dan pendaftaran bulan Jan percuma selain yuran bulanan yang begitu rendah RM 25 lantaran latar belakang ibubapa yang menghantar anak ramai dari kalangan petani, nelayan dan bekerja sendiri.

Oleh kerana premis yang disewa dan kelengkapan PASTI yang tidak mencukupi serta untuk menampung keperluan sewaan dan kos lektrik dan air serta gaji guru, pihak pengurusan PASTI MUMTAZ mengalu-alukan sumbangan derma dari sahabat-sahabt untuk menghidupkan kembali Pusat Asuhan Tunas Islam yang hampir luput. Saya dimaklumkan kerusi dan meja yang lama sudah tidak dapat dipakai lagi mungkin kerana tidak ultiliti yang tiadak terjaga sebelum ini.

Kepada sahabat-sahabat yang bermurah hati untuk infak derma ,zakat dan lain-lain boleh menghubungi Pengurus PASTI MUMTAZ Pn Norhayati:019-7779049 atau sesiapa yang tinggal disekitar daerah Bachok boleh melihat sendiri keadaan PASTI disana dan boleh berjumpa dengan saudar Nasrun Mohammad Pengerusi PASTI MUMTAZ atau Pengurus.


Kerja-kerja hari sebelum Pendaftaran


Ruangan belakang



P&P diteruskan ..

EMK dan kssr apa kaitannya?Untuk Guru B.Arab dan Pendidikan Islam.

Assalamualikum wrt. Pertama sekali saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada sahabat-sahabat GPi/j-QAF Kota Marudu yang bertanya mengenai Kurikulum standard Sekolah Rendah(KSSR) dan kaitan dengan Elemen Merentas Kurikulum(EMK). Sebenarnya saya terlepas pandang mengenai kefahaman semua warga j-QAF dan GPI Kota Marudu kerana kursus yang kita anjurkan di peringkat daerah pada 10 dan 11 Nov 2010 yang lalu bukan semua guru dijemput hadir.kursus ini dicatu pada tahun lepas ekoran ura-ura penjimatan budget dari pihak berwajib. Namun kepada sahabat-sahabat yang faham tentang proses pelaksanaan mohon adakan in-house training di sekolah masing-masing.

Justeru dari segelintir yang bertanya tentang EMK serta makluman komentar dari Penyelia SPI PPD KM semasa memantau kesekolah saya baru-baru ini,menunjukan masih ada lagi yang kurang jelas tentang ini, lantaran itu saya terpanggil untuk memberi penjelasan khas untuk sahabat-sahabat sedaerah.

Suka saya jelaskan seperti dalam Kursus yang lalu..KSSRdan EMK dimulakan untuk tahun 1 2011 dan seterusnya akan dilaksanakan ketahun berikutnya secara bertahap. Untuk tahun 1 Bahasa Arab ditambah 1 waktu lagi dalam P&P. Ada yang bertukar dengan PKSR B.Arab..PKSR B.Arab pula dilibatkan dari tahun 1-3 bagi 2011 menggunakan format baru..nanti saya cuba upload contoh PKSR 1-3 dan sahabat-sahabat boleh download.

Oleh kerana KSSR dan EMK suatu program penerapan yang baru..ramai yang perlu diberi penjelasan. Saya pun pada awal diberi penerangan dulupun terkial-kial juga. Dengan wujud KSSR maka secara automatik tidak wujud lagi HSP dan aras untuk tahun 1. Yang ada ialah dua dokumen penting iaitu standard kandungan dan standard pembelajaran. Kalau HSP sudah dimansukhkan Macamana pula dengan RPT? Soalan itu pernah dilontarkan kepada saya semasa kursus GPI pada 10 Nov yang lalu membuatkan saya bertanya melalui sms kepada ustaz zakwan BPK. RPT wajib dibuat menurut Surat Pekeliling khtisas Bil 3/1999. Boleh Ruj dalam buku rekod mengajar yang disediakan sekolah masing-masing.

EMK pula adalah perincian kepada kepada standard pembelajaran yang diterjemahkan dalam aktiviti. 3 unsur utama EMK: Kreatif dan Inovatif, TMK dan keusahawanan.Apa yang saya faham penerapan ini berlainan sedikit dari apa yang kita belajar pedagogi di IPG/Maktab seketika dulu. iaitu kita diminta mengajar secara kreatif dan menggunakan ICT. Tetapi proses EMK ialah kita menjadi pemudahcara untuk pelajar belajar dengan kreatif , belajar mengguna ICT dan belajar dengan ICT dan dapat melahirkan pelajar yang bersifat keusahawanan bukannya guru.

Ianya perlu perlu diterap dalam proses pelaksanaan standard pembelajaran yang diterjemahkan dalam aktiviti supaya dapat melahirkan pelajar yang dapat menghasilkan sesuatu samada objek, perkhidmatan atau sebarang bentuk manfaat kepada diri keluarga dan masyarakat.

Secara Kesimpulan disini beberapa elemen penting yang perlu dicatat dalam RPH iaitu seperti berikut: Tarikh(التاريخ), Masa(الوقت), Kelas(الفصل), M/Pelajaran(المادة), Standard kandungan(معيار المحتوي),Standard Pembelajaran(معيار التعلم), Objektif Pembelajaran(هدف التعلم),Aktiviti(الانشطة),KBKK(مهارة التفكير والابداع),EMK(العناصر عبر المناهج),Nilai-nilai Murni(القيم النبيلة),Rekleksi(الملاحظة الذاتية). Sila download Format RPH KSSR di ruangan bawah blog.

MAKLUMAN KEPADA WARGA j-QAF B.ARAB DAERAH K.MARUDU

MAKLUMAN KEPADA GURU-GURU BAHASA ARAB SEKOLAH RENDAH DAERAH K.MARUDU..SILA MUAT TURUN RPT KSSR TH 1 DAN BA TH 4 2011 DI BAWAH SEKALI..SEKOLAH-SEKOLAH YANG BELUM MENGHANTAR RPT MENGIKUT AGIHAN TAJUK YANG DIBERI BOLEH EMAILKAN KEPADA SAYA :khairul_mnawi79@yahoo.com.Sekian terima kasih.

MOHON KEMAAFAN

ASSALAMUALAIKUM WRT.MOHON JUTAAN KEMAAFAN KEPADA SEMUA SAHABAT-SAHABAT DAN PEMBACA KERANA BLOG INI DIBIARKAN LAMA TANPA KEMASKINI DISEBABKAN BEBERAPA KESULITAN..INSYA ALAH BLOG INI CUBA MELAPORKAN BERITA TERKINI MENGENAI PROG DAN SITUASI DAERAH SETEMPAT. TERIMA KASIH KEPADA SAHABAT-SAHABAT YANG MEMBERI KOMEN MEMBINA MENENAI BLOG INI.SEKIAN T.KASIH