Tauhid Rububiyyah dan Uluhiyyah

Salam Rabitah Islamiyyah..Petikan ini diambil Sebagai Gambaran untuk Perbincangan Usrah K.Marudu khas pada adik-adik,Ustaz dan cikgu yang akan ke usrah...Ini satu sinopsis dan Mohon anggota Usrah cari lagi bagi membentuk budaya ilmu dalam halaqah usrah.

TAUHID RUBUBIYYAH

Hampir tak ada yang menyangkal, termasuk musyrikin Quraisy dahulu, bahwa Allah subhanahu wa ta’ala sebagai Pencipta, Penguasa alam semesta, dan Pengatur Rizki atas segenap makhluk-Nya, Namun mengapa mereka tetap diperangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Cukupkah berhenti pada pengakuan atau pengenalan semata?

Tak bisa disangkal bahwa alam semesta ini pasti ada yang menciptakan, memiliki, dan mengaturnya. Ini merupakan perkara aksioma yang ditegaskan oleh fitrah, logika, panca indera, dan syariat. Orang yang mengingkarinya termasuk manusia yang paling sesat.

Tak mungkin alam yang sedemikian mengagumkan ini tercipta secara tiba-tiba atau menciptakan dirinya sendiri. Tentu semuanya karena rancangan kehendak Sang Pencipta yaitu Allah Yang Maha Kuasa atas segalanya. Langit, bumi, lautan, daratan, matahari, bulan, bintang, dan segenap makhluk besar lainnya menunjukkan Kemahabesaran Dzat yang telah menciptakan, memiliki, dan mengaturnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ . أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ . تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya Rabb kalian adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, lalu Dia Maha Tinggi di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, serta (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang, (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Rabb semesta alam.”

(Al-A’raf: 54)

Termasuk perkara yang sangat prinsip dalam mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah mengakui keberadaan-Nya sebagai pencipta, pemilik, dan pengatur Alam semesta. Inilah yang disebut dengan Tauhid Rububiyyah. Penegasan tauhid ini telah dimaklumatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur`an pada enam tempat dengan pernyataan yang sama yaitu:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِي

“Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.”

Adapun keenam tempat itu sebagai berikut:

1. Surat Al-Fatihah: 2
2. Surat Al-An’am: 45
3. Surat Yunus: 10
4. Surat Ash-Shaffat: 182
5. Surat Az-Zumar: 75
6. Surat Ghafir: 65

Mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam perkara Rububiyyah berarti mengimani keberadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta mengesakan-Nya dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengaturan. Keempat perkara ini merupakan kandungan dari Tauhid Rububiyyah.

Meyakini Keberadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala

Mengenai keberadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, bisa dipastikan dengan empat argumen yang tak terbantahkan yakni fitrah, logika, panca indera, dan syariat. Di sini kita mengakhirkan argumen secara syariat bukan karena tidak layak untuk dikedepankan, bahkan demikianlah yang seharusnya. Tetapi hal ini dimaksudkan untuk membantah orang-orang yang tidak beriman dengan syariat sama sekali. Allahul Musta’an.

1. Argumen Secara Fitrah

Bahwa setiap makhluk telah diberi fitrah untuk beriman dengan keberadaan penciptanya tanpa harus berpikir dan diajari terlebih dahulu. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengisyaratkan tentang hal ini di dalam Al-Qur`an melalui firman-Nya:

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ . قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ

“Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ‘Bukankah Aku ini Rabb kalian?’ Mereka menjawab: ‘Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi.’ (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kalian tidak mengatakan: ‘Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Allah)’.”

(Al-A’raf: 172)

Ayat di atas dengan gamblang menerangkan bahwa setiap manusia secara fitrah mengimani keberadaan dan Rububiyyah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tak ada yang berpaling dari tuntutan fitrah ini melainkan karena penyimpangan yang muncul di dalam jiwanya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah seorang anak dilahirkan melainkan di atas fitrah, kedua orangtuanyalah yang mengubahnya menjadi seorang Yahudi, Nashrani, atau Majusi.”

(HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

2. Argumen Secara Logika

Bahwa seluruh makhluk yang berada di jagad raya ini pasti ada yang menciptakan. Tidak mungkin mereka menciptakan diri mereka sendiri. Karena sesuatu yang awalnya tidak ada tidak mungkin menciptakan dirinya sendiri. Demikian pula, mereka tidak mungkin tercipta secara tiba-tiba (ada dengan sendirinya) karena sesuatu yang baru tercipta pasti ada penciptanya.

Bagaimana mungkin alam yang sedemikian teratur rapi dengan segala rangkaian yang sangat sesuai dan keterkaitan yang sangat erat antara sebab dengan akibat dan antara sebagian wujud dengan yang lainnya, akan dinyatakan tercipta secara tiba-tiba? Sesuatu yang muncul secara tiba-tiba yang pada asalnya tercipta tanpa suatu keteraturan tidak mungkin dalam eksistensi dan perkembangannya akan terjadi keteraturan yang sedemikian rapi.

Oleh sebab itu, Allah Yang Maha Agung mengungkap argumen yang logis ini di dalam Al-Qur`an untuk menggugah hati kaum musyrikin yang masih tertutup dari keimanan

Sumber:http://abuzuhriy.com

TAUHID ULUHIYYAH

TAUHID ULUHIYYAH.

Makna tauhid Al-Uluhiyyah pula ialah MENGesaKAN ALLAH TAALA PADA SETIAP IBADAT DAN KHUDU’(TUNDUK)DAN TAAT SECARA MUTLAK KEPADA ALLAH,DAN TIDAKLAH MENYEMBAH SELAIN ALLAH YANG MAHA ESA,DAN JUGA TIDAKLAH MENYEKUTUKAN ALLAH DENGAN SESUATU APA PUN JUA YANG WUJUD DIBUMI DAN DILANGIT,dan tidaklah dapat direalisasikan tauhid itu secara hakiki jika tidak menggabungkan Tauhid Rububiyyah dengan Tauhid Uluhiyyah bersama,tidaklah mencukupi jika hanya beriktiqad dengan salah satu tauhid sahaja,maka kaum arab Musyrikin juga mengakui pada tauhid ini,tetapi dalam masa yang sama mereka tidaklah memeluk agama islam kerana mereka telah menyekutukan Allah dengan sesuatu yang tidak mempunyai apa-apa keupayaan walau kekuasaan,lalu mereka mengimani pada makhluk lain sebagai tuhan,dengan sangkaan bahawa mereka dapat mendekatkan diri mereka pada Allah Yang Maha Tinggi,ataupun dapat memberikan manfaat kepada mereka disisi Allah Taala.

Penganut agama Nasrani pula(Kristian)mereka mengingkari bahawa sesungguhnya Allah itu tuhan sekalian langit dan bumi,mereka telah menyekutukan Allah dengan Al-Masih Nabi Isa alaihis salam,mereka telah menjadikan dia sebagai tuhan selain Allah,dan di dalam Al-Quran pula telah menganggap mereka ini semua sebagai Kafir,diharamkan pada mereka syurga Allah dan masuklah mereka semua ke Neraka selama-lamanya.Dan sesungguhnya,sejak zaman berzaman lagi,manusia telah sesat pada bahagian tauhid ini,mereka telah menyembah selain Allah dengan tuhan yang pelbagai jenis,contohnya,tuhan Kaum Nabi Nuh alaihissalam: Waddan,Suwa’,Yaghuts,Ya’uq dan Nasra,tuhan Kaum Nabi Ibrahim: Berhala,dan tuhan kaum Mesir Purba pula,Al-’Ajl,manakala tuhan bagi penganut Hindu iaitu lembu,dan tuhan Kaum Sabak iaitu matahari,dan tuham Kaum As-Sobieun iaitu bintang-bintang,dan tuhan Kaum Majusi iaitu api,dan tuhan Kaum Arab Jahiliyyah iaitu berhala dan batu,dan tuhan penganut Kristian pula iaitu Al-Masih Isa alaihissalam serta ibunya Maryam,dan mereka juga menyembah paderi iaitu selain daripada Allah Taala,kesemuanya mereka ini ialah Musyrikun,kerana mereka tidaklah mengEsakan Allah Taala dalam beribadat,iaitu yang semestinya tidaklah boleh kita menyembah selaiNya.Apakah pula maknanya ibadat itu??iaitu yang menjadi hak Allah Taala yang maha esa??

Sumber: http://alhammasiyy.wordpress.com


Tiada ulasan:

Catat Ulasan